Oleh: khim | 7 Mei, 2009

Orang Baik dan Orang Jahat

Orang yang selalu berbuat jahat, kalau sekali-kalinya berbuat baik, orang di sekitarnya biasanya trus punya pikiran “Mungkin dia sebenarnya baik hati”. Tapi orang yang selalu berbuat baik, kalau sekali-kalinya berbuat jahat, kemudian orang di sekitarnya punya pikirin “Wah, jangan-jangan dia sebenarnya seperti begini orangnya”.
Jadi apakah lebih untung jadi orang yang selalu berbuat jahat?

-Rahmez [Fan]

Iklan

Responses

  1. apa tuh peribahasanya..nila setitik bla bla bla lupa gw :p
    komen ga penting gini :p

    • tapi di peribahasa itu setitik susu tidak memperbaiki nila sebelanga kan

  2. Halodo Sataun Lantis Ku Hujan Sapoe
    itu dalam pribahasa sunda… yang artinya kebaikan bertahun-tahun terhapus karena satu kejelekan

    • kl yang ini mungkin lebih pas deh tergantung memaknai kering/hujan sebagai baik/buruk

  3. Lebih jadi orang baik dan terbaik di akhir hayatnya

    • off konten, mbak

  4. itu kan klo orangnya berpikiran positif, klo orang yg berpikiran negatif malah mikir, “wah, kok dia tiba2 jd baik ya..? pasti ada maunya, mosok se tulus” dicurigai toh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: