Oleh: khim | 30 Januari, 2009

Perang untuk membebaskan

Dalam Islam diajarkan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama, yang saya ingat dalilnya cuma ayat yang artinya ‘bagiku agamaku bagimu agamamu’. Kemudian di Islam juga ada ajaran damai: balas serang kalau diserang duluan, tapi kalau bisa memaafkan itu lebih baik. Tapi di sejarah perkembangan Islam banyak dikirim ekspedisi ke daerah lain untuk berperang. Menurut pengertianku selama ini tentu untuk berdakwah menyebarkan ajaran Islam, tapi bagiku ini terasa kontradiksi dengan ajaran2 dalam Islam.

Sampai baru-baru ini akhirnya mendapatkan pencerahan tentang hal ini. Bahwa ekspedisi perang di jaman khalifah itu bukanlah kontradiksi justru sesuai dengan prinsip kebebasan beragama. Agar manusia bisa bebas beragama maka dia juga harus bebas dari tekanan-tekanan dalam hal beragama. Jaman dahulu biasanya agama yang dipeluk masyarakat suatu daerah selalu sama dengan agama pemimpin atau penguasa daerah tersebut. contoh gampangnya bisa dilihat di sejarah Jepang saat penguasanya memeluk agama Shinto, rakyatnya juga beragama Shinto, saat pemimpinnya memeluk agama Budha, rakyatnya juga beragama Budha sehingga sampai sekitar abad 19 di Jepang tidak ada masakan daging karena dalam ajaran Budha ada larangan makan daging. Tujuan para Khalifah Islam mengirimkan ekspedisi perang adalah untuk membebaskan masyarakat daerah tujuan dari tekanan2 tersebut. Setelah bebas dari tekanan, dilakukannya dakwah menyampaikan bahwa ada ajaran Islam, dan mereka dibebaskan untuk mengikuti atau tetap dengan keyakinannya yang lama.

Dengan prinsip seperti ini, wajarlah kalau dalam ekspedisi perang jaman khalifah tidak ada tempat ibadah yang dihancurkan. Bahkan ada riwayat yang menceritakan saat Umar berkunjung ke Yerusalem, seorang pendeta Kristen mengundang Khalifah Umar untuk sholat di salah satu ruangan di gereja mereka. Umar menolak undangan tersebut dan berkata bahwa ia khawatir jika ia sholat di sana nanti umat Islam akan mendirikan masjid di tempat itu yang berarti perusakan gereja.

Semoga bisa menjadi pencerahan bagi yang lain juga.

Iklan

Responses

  1. Tujuan para Khalifah Islam mengirimkan ekspedisi perang adalah untuk membebaskan masyarakat daerah tujuan dari tekanan2 tersebut. Setelah bebas dari tekanan, dilakukannya dakwah menyampaikan bahwa ada ajaran Islam, dan mereka dibebaskan untuk mengikuti atau tetap dengan keyakinannya yang lama.

    Lha…kalau pemimpin/tetua/kepala sukunya masuk Islam… ya berarti semua rakyatnya juga ‘terpaksa’ masuk islam dong. 😆

    Ini kayak Indonesia (meski gak ada agama masuk lewat perang)…hindu masuk, semua ngikut hindu; buddha masuk, semua ngikut buddha; islam masuk, semua ngikut islam; kalau kekristenan datang dengan cara yang sama dan tidak diasosiasikan dengan ‘agama penjajah’, mungkin Indonesia jadi negara kristen terbesar di dunia sekarang. 🙄

  2. Hmmmmm…males bahas beginian….tapi apapun agamanya dan apapun cara masuknya tetep aja agama yang bisa kita pilih dw dan tentunya harus ditaatin dan dijalankan dengan penuh iman. Amin 😉

  3. @ Catshade:

    Menurut http://cacianqalbukunderemp.blogspot.com/2006/06/islam-ktp.html , “mayoritas Pelaku Kepercayaan di Jawa mengaku sebagai Islam (karena terpaksa tentunya). Bapak yang saya sebutkan di atas tadi mengatakan alasan memilih “Islam” untuk dicatut bukan karena “Islam” adalah agama yang paling mendekati paham kepercayaannya melainkan karena pemerintah tidak mempersyaratkan surat- surat dari Masjid. Berbeda dengan menjadi Kristen dan Katolik yang membutuhkan pengakuan dari Gereja.”

    Memilih kristen “membutuhkan pengakuan”…well kalau hal itu msh valid sih masa’ iya kemungkinan bhw skrg Indonesia bs jadi negara kristen terbesar di dunia..? Hmm…

  4. @RSS Reader:

    Ya kalo ngomongin sesuatu yang diandai-andaikan… ya pasti ‘mungkin-mungkin’ saja tho? 😆 Lagipula prasyarat untuk ‘pengakuan’ itu tidak begitu ketat dan cuma dikontrol di awal-awal saja; kalau setelahnya dia mbalelo diam-diam juga kan nggak ada orang yang bisa tahu. 😛

  5. orang2 Gujarat dan Cina membawa ajaran Islam dengan berdagang, sama seperti orang2 eropa waktu pertama datang juga dengan berdagang.
    kaji saja dari sejarah kenapa kristen diasosiasikan agama penjajah

  6. @ Catshade:
    Nah itu kaukatakan sendiri, semuanya mungkin2 saja (mungkin bs, mungkin tdk bs), kemungkinanmu dan kemungkinanku sama2 dr 1 sisi tanpa memasukkan faktor lain. Yg tahu 1 hal akan berkata begini, tp yg tahu hal lain membantah begini. Sebaiknya walau berkata “mungkin” sebisa mungkin scr komprehensif.
    Org di luar pelaku mah gampang ja berkata “prasyarat tdk begitu ketat”, tp kenyataan di lapangan berkata sebaliknya; mrk lbh memilih yg tak bersyarat.
    Masa lalu tak bisa diubah, memilih membicarakan pengandaian yg spt itu hny akan menuai pembicaraan lanjut yg sia2

  7. sebaiknya kamu baca sejarah dari ahli sejarah yang netral hatinya bersih, bukan dari ahli sejarah yang diliputi semangat kebencian.

    sejarah mencatat, islam datang ke eropa ataupun saat menguasai yerusalam tidak ada satupun pembunuhan kecuali saat perang. coba bandingkan saat spanyol direbut oleh eropa, umat islam dibantai dan dipaksa masuk kristen atau pergi? pada saat islam menaklukan andalusia mana ada paksaan seperti itu?

  8. hehe… masalah ini mungkin sensitif. semoga yg ikut tetap dingin ya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: