Oleh: khim | 14 Februari, 2008

Tutorial Naik Kereta Jepang

Sepertinya banyak yang sudah tahu kalau alat transportasi utama di Jepang adalah kereta listrik. Sebegitu lekatnya kereta listrik dengan kegiatan di Jepang, hampir segalanya berpatokan dari stasiun: mall dan pusat belanja dibangun di dekat stasiun ( bukan seperti di Indonesia yang lebih berpatokan pada mall), lokasi lebih diingat dengan nama stasiun terdekat, tempat janjian ketemu, dan banyak lagi.

Tata cara naik kereta di sini tentu saja beda dengan di negara kita, untuk itu di sini akan dibahas cara naik kereta jepang untuk pemula.

Pemandangan stasiun

Mula2 dari datang ke stasiun dulu, biasanya akan terlihat pemandangan seperti di atas. Kemudian untuk beli karcis musti ke mesin penjual karcis, seperti yang nampak di sebelah kanan, atau kalau dilihat lebih dekat lagi seperti yang di bawah ini.

Kalau bingung cari2 yang mana sih mesin penjual karcis, biasanya dibagian atas ada peta jalur keretanya sekaligus tarifnya. Kalau sudah ketemu bisa masuk ke cara membeli karcis. Sebelum beli karcis, musti tahu dulu berapa harga karcis yang akan dibeli. Untuk diketahui dulu, sistem tarifnya dihitung berdasarkan stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan, bukan dari berapa kali kita naik kereta berapa kali atau kereta biasa apa ekspres, kecuali kereta2 super ekspres semacam shinkansen. Langsung pakai contoh kasus saja.

Misalnya berangkat dari Hiyoshi mau ke Shibuya. Cukup dilihat angka yang tertera di atas stasiun tujuan, itulah harga karcis yang musti dibeli. Kalau sudah tahu harga karcis yang akan dibeli, bisa langsung menuju mesin penjual karcis.

Prosedurnya sederhana saja, masukkan uang ke mesin, sentuh harga karcis yang ingin dibeli di layar sentuh, ambil karcis dan uang kembalian kalau ada, selesai. Kalau ada masalah apa2 bisa pencet tombol merah untuk memanggi petugas, jangan dipakai iseng ya. Kalau sudah dapat karcisnya kita bisa langsung menuju ke gerbang karcis untuk masuk peron.

Untuk masuk ke peron, masukkan karcis ke gerbang karcis, kemudian gerbangnya akan terbuka dan karcis muncul lagi di ujung gerbang. Ambil lagi karcisnya dan simpan baik2 jangan sampai hilang karena akan digunakan untuk keluar peron di stasiun tujuan. Bila ada masalah, gerbangnya tidak mau buka, ambil lagi karcisnya, pertama2 dicoba keluar dan masuk lagi seperti kalau ada masalah di jendelas, kalau tidak memecahkan masalah hubungi petugas yang biasanya ada di ruangan kaca dekat gerbang karcis.

Saat keluar peron di stasiun tujuan, lakukan prosedur yang sama seperti saat masuk peron, hanya saja kalai ini karcisnya tidak akan keluar lagi di ujung gerbang karcis supaya tidak nyampah. Kalau ada apa2, gerbangnya tidak terbuka, karcis akan keluar lagi dan lakukan prosedur kalau ada masalah seperti saat masuk peron.

Kalau sudah menguasai tutorial ini, anda bisa mengunjungi hampir seluruh jepang selama punya uang untuk beli karcis. Semoga bermanfaat

Iklan

Responses

  1. Mirip sistem prancis. Tapi beli karcisnya mesti bawa-bawa uang cash dunk ya, gak bisa gesek kartu 😀

  2. kan di atas sudah di tulis kalau ini tutorial untuk pemula

    ada cara2 yang untuk tingkat lanjut, seperti Suica

  3. detaaaaaa….. 😀 dilink di web idkeio ya… 😀 langsung aku kirim link nya ke anak2 yg mo dateng deh …

  4. Itu di mesin pembeli karcisnya nggak ada bahasa Inggrisnya sama sekali ya?
    Kalau kita bego bahasa Jepang trus petugasnya bego bahasa Inggris trus ngejelasinnya pakai bahasa apa yak? 🙂

  5. Arya … kamu itu salah … karena kamu ngasih taunya terlambat !!!! 😛

    Harusnya udah dari dulu tuh … sehingga ketika pertama kali saya nyangsang sendirian di Tokyo dan Shibuya, gak perlu waktu 1 jam untuk tersesat … 😀

  6. Btw, tuh si orang Prancis bulum tahu Pasmo … http://en.wikipedia.org/wiki/PASMO

  7. kek di thailand juga bim….
    tapi di thai ada tempat nuker koinnnya…

  8. mau main dingdong kah pake nuker koin dulu ^^)

  9. tutorial diatas berlaku juga ndak di kota ndeso di fukuoka sana??? atau cuma berlaku di daerahmu aja?

  10. secara umum sama

    kl ndueso banget biasanya di gerbang ga pake mesin ada orang yang meriksa karcis, kadang masinisnya sendiri yang turun buat periksa karcis

  11. Cuma bertanya-tanya… berapa tahun lagi ya Indonesia bisa punya stasiun kereta seperti ini?
    Kalau sudah punya nanti, kira-kira berapa lama ya semua fasilitasnya bisa bertahan? Hehehe…

  12. Bisa kok, insya Allah asal istiqamah aja petugasnya… dilarang bawa makanan, rokok, tukang asongan, kedalam stasiun yang nakal dipenjara aja… pasti bisa…

  13. wah, penjelasan tentang negeri antah berantah. mbuh kapan isa nyang kana.

    btw, patokan di indonesia bukan mall, kok. yang benar: patokannya gak standar, apapun bisa jadi patokan. mall, toko, warung, pool bilyar, perempatan, perlimaan (prapatan lima, kata orang bandung), bahkan pohon beringin.

    baru aku sadar, inilah ciri khas hidup di indonesia. kebebasan dengan level sangat tinggi. dari teori material, silakan baca bahwa makin renggang ikatan prtikel material, makin tidak teratur materialnya. Inilah Indonesia: negeri yang sangat ‘bebas’, cenderung acak-acakan.

    there’s a price for anything

  14. tapi aku ga merasa itu ciri khas yang bisa dibanggakan

  15. memang gak perlu bangga, kok. cuma menunjukkan salah satu ciri khas Indonesia ‘as is’. aku sedang mendata ciri-ciri khas indonesia, yang bisa dibanggan atau tidak. tunggu tanggal release-nya 🙂

    yang pasti kereta api /kereta listrik bukan salah satu yang bisa dibanggakan ;(

  16. coba kalo KRL di Jakarta juga serapih itu… btw, itu KRL Jepang yang dimaksud shinkasen ya?

  17. setelah baca tulisan yang ini sih, merasa melihat secercah cahaya di tengah kelamnya dunia perkrlan indonesia.

    KRL itu kata umum, shinkansen itu kata khusus. untuk naik shinkansen caranya beda dikit, ada sedikit tambahannya.

  18. hmm… sama kaya naik MRT di singapur.

    kalo masalah sistem… kayanya kereta express udah ada yg mau memulai sistem itu, depok-kota kana… wakaranai.

    bro ntar gw ke sana dibawa jalan2 ya… hahahaha terutama ke tempat tujuan dan alasan gw ke sana… AKIBA

  19. wah tujuan hajinya beda :p

  20. wah, terima kasih tulisannya.

    saya blum bisa pake sih :P, tp kira2 ntar kl bisa ada kesempatan ke jepang jd lebih tau gmn caranya naek kereta, hehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: