Oleh: khim | 1 November, 2007

Harooom?

Buat beberapa orang, hidup di luar negeri apa lagi yang komunitas muslim adalah minoritas, untuk makan dirasa rada susah. Biasanya bisa diatasi dengan masak sendiri sehingga bisa memastikan tidak ada bahan haram yang masuk. Kalau beli di luar bisa dengan melihat bahan2 yang dipakai di kemasannya apakah mengandung bahan yang haram atau tidak. Bahan2 yang diindikasi haram biasanya diwakili dengan karakter berikut: 肉、豚、牛、鶏、ゼラチン、酒、ワイン、ポーク、ビーフ、チキン(bedakan dengan シーチキン = tuna)、ハム、ソーセジ、ラード.

Ga bisa baca? Ga ngerti artinya? makanya pakai Rubah api yang dipasangi rikai-chan.

Trus bagaimana kalau di restoran atau disuguhi orang kan ga ada kemasannya .

Berikut ini saya kutip tulisan mas Edy Marwanta, di tred diskusi seputar ini di milis ppi-jepang.

—————
Sebagai konsumen

Bertahun-tahun kita hidup di Jepang, tidak lepas dari
diskusi dan pembicaraan makanan halal dan haram. Sikap
hati-hati memang sebuah usaha untuk menjaga diri dari
makanan haram. Namun semuanya mesti diatas landasan yang
kuat sehingga tidak mengharamkan sesuatu yg halal dan
proporsional ketika berinteraksi sosial dengan muslim yang
lain.

Beberapa keyphrase terkait sikap terhadap makanan:

– Kaidah: Al-ashlu fil asy-yaa’i al-ibahah. Hukum dasar
segala sesuatu adalah halal.

– Apa yang diharamkan Allah telah jelas: daging babi,
bangkai, sembelihan yang tidak disebut asma Allah, dan
darah yang mengalir. Kemudian juga khamr.

– Kaidah: Nahnu nahkumu biz-zhowahir, wallahu
yatawallas-sarair. Kita memutuskan hukum berdasarkan
bentuk zahirnya, sedangkan masalah yang tersembunyi
menjadi urusan Allah. Apa yg dhahirnya halal, maka ia
halal.

– Kaidah: Al – yaqinu laa yazuulu bisy – syakki. Hukum
awal yang ditetapkan berdasarkan keyakinan tidak bisa
berubah hukumnya hanya berdasarkan rasa syak (keraguan).
Keraguan krn dugaan tdk membatalkan hukum kehalalannya.

– Kaidah: yg ghaib (tidak kita ketahui detailnya) jangan
ditanyakan.

– Suguhan muslim adalah halal dan tidak diperbolehkan
untuk menanyakan detailnya.

– Makanan ahlul kitab adalah halal, selama bukan yg haram
secara dzatnya spt babi atau khamr.

– Berhati-hati, namun tidak boleh was-was berlebihan.

Implementasi dari kaidah-kadiah diatas adalah beberapa
fenomena dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya,
daging ayam di indonesia. Diantara daging-daging ayam yang
beredar tentu ada yg bangkai, atau disembelih tanpa
menyebut nama Allah. Namun ini tdk menjadikan daging ayam
yang beredar itu haram. Pertama, berasal dari komunitas
muslim, dan kedua dugaan dan keraguan kita tidak
membatalkan hukum kehalalannya.

Sederhana dalam bertanya detail makanan

Misalnya ketika mendapatkan ikan bakar di restoran di
Jepang. Kita tidak perlu menanyakan bagaimana membakarnya,
bareng-bareng dengan daging atau tidak. Keumuman hukum
ikan adalah halal, sehingga ikan dg segala bentuknya
adalah halal. Keraguan dan dugaan tentang cara masak,
proses memasak tidak menggugurkan hukum kehalalannya.
Sampai ada fakta qath’i, misalnya melihat dengan kepala sendiri. Bahwa ikan
adalah halal merupakan dalil qath’i. Sedang dugaan cara memasak adalah zhanni
(persangkaan), yang tidak boleh menggugurkan hukum
halalnya.

Kita cukup bertanya apakah menu ini mengandung daging (yg
haram) atau tidak. Kalau mau ditanyakan semuanya, hampir
semua bahan bisa dicurigai. Misalnya untuk roti pizza,
sebagian roti pizza menggunakan shortening dan emulsifier
(nyuukazai). Dan kita tidak tahu restoran itu memakai
shortening dan emulsifier apa. Belum lagi keju sebagai
bahan toppingnya. Setiap produk keju, hampir pasti
memakai emulsifier yang tidak kita ketahui asal usulnya.
Atau spaghetti. Bumbu spaghetti meskipun dari bahan ikan,
untuk hasil yang baik (kental bumbunya), menggunakan
emulsifier atau margarine atau shortening. Belum lagi
panggangannya adalah panggangan yang sangat mungkin sama
untuk makanan jenis lain yang menggunakan daging.
Tenpura, untuk hasil yang baik seringkali menggunakan
emulsifier. Sehingga produk-produk tepung tenpura itu
sering mengandung emulsifier. Juga kasus yang sama untuk
sushi. Kalau ditanyakan satu-satu, maka yangg akan muncul
adalah kesulitan, kesulitan dan kesulitan.

Demikian juga dengan makanan dalam kehidupan kita
sehari-hari. Misalnya choumiryou (bumbu), cheese (keju),
yeast, kouryou (bahan aroma), plastik bungkus roti. Hampir
semua makanan seperti potato chips, ada tulisan choumiryou
dalam kurung ada tulisan asam amino dan lain-lain. Kita
tidak tahu dan lain-lainnya apa. Asam amino adalah produk
fermentasi dari bakteri, seperti bumbu masak MSG. MSG
adalah satu turunan asam amino. Sehingga proses
produksinya bisa seperti kasus Ajinomoto Indonesia.
Kemudian yeast, produk yeast mesti bersama bahan
pembawanya (bukan murni yeast) agar mudah dalam packing
dan penakarannya. Yang didalamnya termasuk nyuukazai.
Demikian juga keju. Meski hanya tertulis cheese, produk
cheese pasti menggunakan nyuukazai. Kouryou (bahan
aroma/flavor), ada sebagian yang menggunakan bahan haram,
yang tidak selalu tertulis. Informasi yang baru saya
ketahui adalah bahan pelapis plastik bungkus makanan
(roti) agar roti tidak lengket ke plastik. Namun ini tidak
perlu diceritakan. Sehingga jika kita mengikuti keraguan
dan dugaan-dugaan kita, dan berlebihan dalam bertanya
detail makanan, kita menghadapi kesulitan dan kesulitan.
Apalagi jika ini diopinikan ke publik, akan menimbulkan
kerepotan diri dan menyulitkan orang lain. Berlaku
sederhana utk hal-hal detail dengan mengacu kaidah-kaidah
yang ada, akan memberikan beberapa keluasan terutama
ketika berinteraksi dengan muslim lain.

Apalagi ketika berinteraksi dengan komunitas seperti
trainee, yang sehari-harinya adalah penuh kerja berat.
Nyuukazai (乳化剤) misalnya, saat ini keumuman bahan nyuukazai
adalah kedelai. Sehingga keumuman nyuukazai adalah halal.
Kecuali ada dalil qath’i yang menunjukkan dari bahan haram, misalnya tertulis
dari babi.

Ada kisah seseorang terpercik air dari atas, kemudian dia
tanyakan kepada orang yg di atas, air apa yang jatuh itu
karena kawatir air itu najis. Namun oleh Umar bin Khattab,
orang yang diatas dilarang untuk menjawab.

Sangat berhati-hati adalah boleh dan baik selama dilakukan
secara proporsional. Sebagaimana ayah Imam Ghazali yg
memutahkan kembali susu yg diminum anaknya (Imam Ghazali)
dari tetangga. Namun kita tidak boleh mengharamkannya
apalagi mengopinikan kepada publik. Apa yang tidak kita
ketahui detailnya (ghaib), maka tidak perlu
mempertanyakannya.

Makanan suguhan muslim adalah halal

Ketika disuguhi makanan oleh muslim, maka makanan itu
halal jika dhahirnya halal. Jika ada muslim yg menggunakan
khamr dalam memasaknya, maka dosanya adalah tanggung jawab
dia. Adalah sebuah sikap yang bisa menyakitkan muslim lain
yang kita belum akrab. Yaitu ketika disuguhi makanan atau
minuman, kita bertanya-tanya halal kah ini. Kemudian
sambil meneliti bungkus makanan di hadapannya. Atau
bertanya-tanya dagingnya beli dimana untuk investigasi
apakah makanan itu halal atau tidak.

Alkohol dan khamr
Alkohol tdk identik dg khamr. Dalam buah-buahan alam juga
ada alkohol misalnya durian, nangka dsb. Sehingga makanan
yang mengandung alcohol bukan berarti mengandung khamr.
Misalnya alcohol untuk pelarut obat. Keberadaanya bukan
sebagai khamr. Berbeda dengan makanan yang dituang wine
atau sake. Konsekuensinya akan luas jika alkohol adalah
khamr. Yaitu tidak boleh diperdagangkan. Dan sebagian
besar ulama berpendapat khamr adalah najis. Padahal
alkohol (ethanol) saat ini menjadi bahan bakar yang
diperdagangkan, untuk kebutuhan lab dsb.

Bagi produsen

Berbeda antara konsumen dan produsen dalam melihat kasus
makanan. Untuk produsen, jika menggunakan bahan yg haram,
maka dosa ada di produsen. Dan bukan berarti makanan itu
haram bagi konsumen selama dzahirnya halal. Sama seperti
makanan dari muslim adalah halal. Jika di balik itu
menggunakan bahan haram, maka dosa ada di pembuatnya.
Tetapi tidak menjadikan barang itu haram bagi yg disuguhi,
selama tidak tahu (dan memang tidak perlu tahu). Produsen
muslim harus menggunakan bahan-bahan yang halal untuk
produk-produknya. Penelusuran detail terhadap bahan
makanan, jika mampu mengubah kebijakan produsen bisa saja
dipublikasikan. Seperti kasus Ajinomoto Indonesia. Tetapi
jika hanya akan membuat kesulitan orang lain (konsumen),
tidak perlu untuk dipublikasikan.

Allahu a’lam.

—————-

Semoga bermanfaat.

Iklan

Responses

  1. YOOOOOOOW….

    wah…
    penjelasan yang singkat dan padat (^_^)
    emang sih bingung juga pas dateng awal2 ke Jepang, mana ga bisa ngomong dan baca tulisannya lagi.

    Walhasil kemaren pas nanya2 gitu pake bahasa isyarat dan gerak gerik.. hwe he he (^_^)

  2. Wah,akhirnya bisa baca postingan yang tanpa googling lebih jauh,langsung ngerti, :p.
    Tentang makanan yang dikasi orang -yang gada label halalnya- Rachma suka dengan gak sopannya nanya dulu: ‘ini halal kan?’
    :p
    Terutama di makanan jadi,kadang orang lupa ngecek detail..misal e471 itu halal kalo soyalesitin,kalo ditulisnya e471 aja mending ga di makan.
    One may say that’s overprotected,but that’s for good ;).Buktinya bisa kok makan sehat walo dengan sebejibun list ingredient yang mesti dihindari…
    terutama setelah tragedi makan fork di china airlines, grrr…ill feelnya ga karuan ngebayangin ada makanan haram ngalir di tubuh sendiri,ampe berhasil jadi vegetarian beberapa bulan…saking ill feelnya liat daging :p.
    Better be careful :).
    Oot,still wonder..kenapa nama blognya kh1m?

  3. dan aku perlu nanya mas gugel dulu untuk ngerti komenmu 😀

    menurut mas gugel e471 itu umumnya dibuat dari tumbuhan jadi kelau mengikut prinsip2 diatas, kecuali ditulis dari hewan seharusnya asyik2 saja. tapi ya terserah masing2 individu juga.

    keep on wondering ^^)

  4. Waduh repot ya buat kamu pastinya.
    Makanya enakan di Indo aja, mendingan tuker tempat ama aku aja.
    hehehehe
    aku yang kesana kamu yang balik ke sini 😆

  5. gak repot kok, enjoy aja
    justru di sini aku bisa lebih menikmati menjadi seorang muslim ^^)

  6. Yes,akhirnya berhasil bikin sang pemilik blognya googling >:)
    sebelumnya kan rachma mesti googling dulu buat ngeh,terutama untuk posts yang ‘i ef’ banget,atau ‘jepun’ banget (curhat pembaca off :p)
    afaik,e471 itu haram except sojalesithin.Banyak kasus e471,tapi dalam kurung ada soya pleus senyawa lain.Sering menimpe es krim,hingga akhirnya ditemukan pola bahwa es krim halal ditemukan pada merk tertentu dg level harga 5 euro ke atas(asli dah,merana).Kalo di jepang ga pake kode gitu?Mesti apal kanjinya ya?
    -Tadinya liat post ini buat tau asal muasal nama blognya.Tapi,duh ternyata pemilik blognya suka membiarkan pembacanya keep on wondering.
    Heuheu,nasib :p

  7. makanya itu menurut prinsip2 di atas, kalau dalam kurungnya terindikasi ada yang haram ya jadi haram. kalau tanpa keterangan ya tidak haram.
    kl di jepang ga pake kode2an, ditulis nama yang tentu saja dalam karakter jepang.

    enjoy your wondering time (^ ^)

  8. kapan dakuw bisa ke jepun, ooh my dream land :p
    hihihihihi… itsuka kitto!
    tapi bersikap hati2 yang proporsional itu bisa meningkatkan maqam kita dihadapan Allah lho, pernah denger kan sikap wara’ ?
    dan ignorance is not a blis, ignorance is iblis :p

  9. definisikan proporsional gar

  10. gak berlebihan, gak ignorance… tengah2, wasathon lah bim

  11. menurutmu prinsip2 di atas porporsional, gak?

  12. Nyelang diskusinya ah…
    Menurut rachma sih kurang hati-hati
    -gak boleh nanya kalo itu dari muslim?
    Gimana kalo dianya juga lupa,kan mendingan diingetin juga,saling menjaga gitu…
    Sering ko ngalamin makan yang harusnya ga dimakan,karena terlalu husnudhan. :D.
    At least,berusaha meminimalisasi masuknya makanan haram ke tubuh.
    Kalo dari uraian di atas kesannya ngambil mudahnya demi tidak menyinggung perasaan penyaji makanan.
    Asal disampaikan dengan baik,gada salahnya kan nanya.Dan hunting makanan halal di negeri orang itu sangat ‘menyenangkan’,hampir berpikir…Kalo semuanya ada ingredient nonhalal..Makan apa dunk?:P
    berbekal keyakinan..Banyak makanan halal ternyata.
    Oya,yang penting pastikan punya defense yang kuat,jika yang maha esa nanya kenapa kita berani makan makanan itu.Wallahu’alam
    -ninggalin jejak.No new post today?

  13. ngerti maksudnya, coba dibaca lagi, ada beberapa penkanan.

    – halal jika dhahirnya halal, kalau disuguhi babi tentu saja tetep haram meski yang menyuguhi muslim.

    – muslim yang belum akrab, karena dikhawatirkan akan menyinggung perasaan. kalau yakin bisa tanya2 tanpa menyinggung tentu itu lebih baik.
    kalau lingkupnya masih kawan2 kita tentu tidak masalah, coba bayangkan di lingkup yang lebih besar juga misalnya di bazar komunitas muslim yang bukan hanya indonesia, apakah sebelum beli makanan yang dijual akan tanya2 dulu ini masaknya bagaimana, beli dagingnya di mana.

    kaidah ini tentu saja tidak berdiri sendiri, dipakai bersama2 kaidah2 yang lainnya juga.

    wallahu a`lam

    wah setia menunggu post terbaru 😀

  14. waduh…koq panjang banget tulisannya. Sampe gak semapt tak baca hehehehehe… *dasar emang pemalas aku* :mrgreen:

    ya tanya aja sama penjualnya.. no pork? masak orang jepang kagka bisa bhs Inggris? tul? 🙂

  15. not that simple

    dan orang jepang memang ga bisa bahasa inggris kok

  16. paling gampang sih cari menu vegetarian.
    kalo daging ayam tapi di negeri yg kita yakin motongnya langsung potong aja haram ga ya?

    wah, disana malah ga bisa makan ramen ya khim?

    btw, sebenarnya menanyakan ke orang lain bahan makanan masih sopan kok (asal jgn lsg tembak ini halal apa haram)… misalnya ada daging, tanya: wah, ini daging apa? bikinnya gimana? (dgn nada pingin tau kyk mau bikin aja)

    btw, khim artinya …. eh, ga jadi deh, yg punya nama aja ngerahasiain. (gitu aja kok rahasia)

  17. hahaha kebayang kalo pake bahasa isyarat…

    “oink oink” trus geleng2 kepala … maksudnya mo bilang “豚はだめ”

    yah kalo emang mo ke sana kayanya perlu membekali diri dengan mengerti kanji… atau selalu bawa kamus elektronik kemana2…

  18. kl mereka nganggap suara babi koyok gitu, kl beda?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: