Oleh: khim | 23 Agustus, 2007

Bela diri tidak boleh dipakai bela diri

Baru baru ini nemu dorama baru bertema judo dengan judul Aijou Ippon, pemerannya lumayan: Ayaya,Saeko, n densha otoko.

Ceritanya biasa saja sih, tentang seorang pemilik dojo judo idealis yang melatih anak2 bukan demi uang. Di ep pertama, sang pelatih judo itu menolong seorang cewek yang diganggu beberapa orang preman malam-malam, si cewek disuruh kabur, sehingga para preman marah dan langsung main keroyokan. Hasilnya para preman jadi babak belur dihajar. Namun akibatnya malah sang pelatih ditahan polisi, dengan alasan meski itu tindakan bela diri dianggap terlalu berlebihan apalagi dia seorang pelatih judo dan lawannya orang yang awam dalam bela diri. Kemudian dia juga mendapat sanksi dari federasi judo berupa skors selama beberapa bulan dan beberapa muridnya juga dilarang untuk latihan lagi di dojonya karena orang tuanya menganggap si pelatih suka kekerasan.

dorama ini memang cuma fiksi, namun sepertinya kejadian yang menimpa si pelatih judo itu bukan tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Yang menjadi pikiran sekarang apa bela diri sudah tidak boleh dipakai bela diri lagi? hanya boleh dipakai di pertandingan sebagai olah raga? trus apa bedanya dong sama sepak bola atawa basket: ga ada liganya dan bayarannya sebagai atlit pro lebih rendah?

di sisi bela diri memang harus bisa mengendalikan diri dan tidak digunakan kecuali dalam keadaan terpaksa, tapi di sisi lain para preman itu kadang tidak mengerti selain bahasa keras sehingga kadang juga diperlukan dalam membela diri.

sepertinya sistem yang banyak dipakai sekarang memang lebih berpihak pada yang terlihat lemah, meski belum tentu benar. yah paling ga kelihatan kerenlah berkorban sampe ditangkap polisi demi nolong cewek

Iklan

Responses

  1. ya gitu deh. jaman sekarang memang bukan jaman dulu lagi.

    tantangan beladiri juga sudah berganti. jaman sekarang ada beladiri dunia maya (anti virus, firewall, dll). jaman dulu gak ada..

  2. jadi kl menurutmu apa gunanya belajar beladiri dunia nyata, heb?

  3. ngelatih budo mas…the way you think, the way you look things, the way you live…:)

  4. ah tak percaya aku kalau ada yang punya motivasi latihan beladiri seperti itu

  5. hem

    sabagai seorang yang belajar aikido;

    saya rasa, apa yang ditulis Radit ada benarnya.

    apalagi filosofi dari aikido itu sendiri, lebih ke “menghindari konflik dan kekerasan”

    tp emang ga semua orang belajar beladiri (aikido ataupun bukan) dengan motivasi sesuai filosofi dari beladiri tersebut.

    tp, pendiri aikido, Osensei Morihei Ueshiba berkata

    “budo adalah sebuah pencarian dalam mewujudkan diri menjadi manusia sejati, secara jiwa dan raga, dengan berlatih secara kumulatif dengan semangat Budo.”

    ya gitu deh, hehe

    tp di jaman sekarang, belajar beladiri untuk semata-mata membela diri juga kyknya kurang relevan, rata2 (terutama generasi muda) nyari prestasi dan pengakuan, sebagai orang yang kuat, dengan cara memenangkan berbagai kompetisi.

    tp tetep aja, orang yang suka beladiri karena filosofinya juga ada 🙂

    (aduh muter2 nih hehehe)

  6. btw,

    dimana aku bisa cari film diatas ya?

  7. tadinya dapat norent, coba aja cari di lapak2 dvd bajakan terdekat

  8. gmn ya… menurut aku bela diri (budou)masih ttp bisa berfungsi u/ bela diri, kita gak bisa menggeneralisasi kesimpulan spt itu, cm lwt film itu, mgkn aja tuh si pelatih judo kalap n kelewatan bgt wkt ngasi pelajaran si preman, alhasil misi dr serangan dy udah bkn u/ mbela diri lg tp malah jd kebablasan…geto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: